Ternyata Ini Alasan Mengapa Lampu Bagian Belakang Pada Mobil Ada Tiga Warna

| | 0 Comments

Berbicara mengenai lampu yang digunakan pada mobil, pasti tidak terlepas dari lampu belakang dengan fungsi yang sangat penting. Selain headlamp yang digunakan sebagai penerangan, bagian belakang juga ada sebagai pendukung keselamatan. Hal itu tentu dilihat dari warna yang dibawa oleh lampu tersebut, sadarkah Anda jika lampu bagian belakang pada mobil itu mempunyai 3 warna sekaligus? Itu tentu saja masing-masing mempunyai fungsi sebagai pendukung dalam berkendara, jika salah satu tidak berfungsi pasti akan memberikan masalah. Tidak sedikit pula mengalami masalah kecelakaan karena kondisi yang lampu kurang prima tersebut.

Bagi Anda yang sering menggunakan mobil pasti sudah paham jika pada lampu bagian belakang itu terdapat 3 warna. Untuk warna merah mewakili atau muncul ketika mobil melakukan pengereman, warna kuning atau orange ketika lampu sein menyala lalu bagian lampu putih yang menjadi simbol ketika mobil mundur. Jadi dibuat berbeda supaya pengendara lain dapat menangkap aktivitas apa yang sedang dilakukan oleh mobil. Pemilihan warna itu sendiri tidak sembarangan, tetap melalui penelitian dengan standar keselamatan. Karena hal itu bukan saja berpengaruh pada pengendara tetapi lebih kepada orang lain juga.

Ada banyak sekali orang yang ingin membuat mobil terlihat lebih menawan dengan melakukan modifikasi. Cara yang cukup sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan melakukan penggantian lampu standar dan memilih menggunakan lampu yang sudah tersedia dipasaran. Sebagai pilihan, dipasaran sendiri terdapat beberapa jenis seperti :

1. Halogen

Untuk mobil ini merupakan salah satu yang cukup difavoritkan, dimana lampu ini dapat tetap beroperasi dalam suhu tinggi. Karena intensitas cahaya yang dimiliki tersebut, tidak sedikit mereka yang suka dengan mobil jelajah luas memilih menggunakan hologen. Yang disayangkan dari jenis lampu ini adalah harga yang relatif terjangkau tetapi membutuhkan daya listrik cukup besar jadi cukup menguras aki.

2. HID

High Intensity Discharge ini sudah ada dipasaran semenjak tahun 90an, dimana sumber cahaya dari jenis ini adalah gas Xenon. Gas tersebut tidak bisa menyala ketika dialiri listrik, sama seperti ketika Anda menggunakan lampu neon. Umumnya HID jauh lebih terang dari pada lampu standar, cocok untuk melihat jalan yang lebih jelas.

3. LED

Dalam dunia industri jelas sekali lampu yang satu ini marak dijadikan sebagai pilihan terbaik. Dimana ini mempunyai kecenderungan lebih awet ketika digunakan, hal itu dikarenakan komponen elektronik bernama diode. Tidak heran jika saat ini sudah hampir semua pelaku otomotif memilih jenis lampu yang satu ini, selain menarik juga dapat digunakan dalam waktu panjang.

Nah, itulah 3 pilihan lampu yang bisa Anda temukan dipasaran dalam berbagai merek, harga serta model berbeda. Pada dasarnya mengganti lampu itu sangat sederhana sekali, tinggal masuk ke bengkel langsung serahkan pada ahlinya. Tetapi hal itu akan lebih baik ketika Anda paham masing-masing jenisnya untuk mengetahui seperti apa kelebihan dan kekurangan didalamnya. Hal itu juga dapat meminimalisir kemungkinan buruk terjadinya kecurangan dalam penggantian lampu mobil Anda.

Seperti yang telah disampaikan diatas jika lampu mobil itu sangat bervariasi sekali, mulai dari lampu utama sampai dengan aksesoris atau pendukung. Yang perlu Anda pahami sebelum melakukan penggantian adalah lihat seperti apa fungsi atau tujuan dari penggunaan lampu tersebut. Jangan sampai pemilihan lampu belakang yang salah dalam modifikasi mobil justru mengakibatkan masalah di jalanan. Jika untuk diri sendiri tidak menjadi masalah besar, tetapi jika hal itu berkaitan dengan keselamatan orang lain perlu untuk lebih dipertimbangkan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *